Jumat, 11 Juli 2008

Mengarungi Waktu

Berlalu
waktu berlalu
tergesa berlalu waktu
ataukah meluruh?

Bergulung ombak menyapu
melengking nyanyian camar
orang sekitaran ceria kah sendu
di samudra pikiran masihkah sadar?

Sepoi angin senja
mentari bergeser ke bawah
cakrawala makin memerah
memabukkan seisi dunia.

Bagai tetesan air
ataukah gemuruh laut
saat ini terus bergeser
di dalamnya semua terlarut.

Semesta sedang memasuki malam
terurai unsur dan keberadaannya
lekas kawan, masuk dalam Bahtera
jangan kita dalam maut tenggelam.

Sang Bahtera mengarungi zaman
menuju dunia baru yang gemilang
segra kan kita tiba di kekekalan
di Pagi yang tidak akan memetang.

Kristus lah Sang Nahkoda
kita semua pasti sentosa
dalam GerejaNya satu tujuan
inilah Bahtera Keselamatan.

Kamis, 12 Juni 2008

Tercurah Darah Tersuci

Tercurah Darah tersuci
di atas Golgota;
Darah Domba Allah yang bri
hidup kekal mulia.

Mari kawan curahkanlah
hatimu di SalibNya;
trimalah rahmat anugrahNya
sentosa dikasihiNya.

Umat Allah britakanlah
kuasa Injil Kristus;
maut pun tlah dikalahkan
masuk hidup yang kudus.

Tuhan Yesus sedang datang
dalam kemuliaanNya;
dalam Tritunggal Mahakudus
kita 'kan satu sempurna.

(dinyanyikan menurut irama "There is a fountain filled with Blood")

Selasa, 03 Juni 2008

Di Kala Di Saat

Di kala bimbang,
jiwaku Kau pegang;
di saat mulai tenggelam,
tanganku Kau gengam;
tarikku keluar,
dari kemerosotan;
hampanya hati,
kasihMu meluapi;
ganti kematian,
hidupMu Kauberi;
di setiap saatku,
ada penyertaanMu;
tak sendiriku,
kekal bersekutuMu.

Berdiri Aku Di Persimpangan

Berdiri aku di persimpangan;
hingar bingar arus melintas;
ke manakah kan ku langkahkan;
mengarah hidup terus bergegas?

Ribuan bayang menggoda jiwa;
beratnya beban menjerat hati;
batin terkurung gejolak rana;
masa mendatang dapatkah pasti?

Ke atas SalibMu arahkan hatiku;
tenangkan badai derita jiwaku;
tinggalkan maut masukku ke hidupMu;
pegangku selalu dalam tanganMu.

Jumat, 05 Oktober 2007

Perjalanan Malam

Setapak jalan di kegelapan malam,
hanya bintang-bintang berkilauan,
tenang mengalun orkestra alam,
hati cemas mencari tujuan.


Sesatkah sudah,
tanpa mentari nan terang,
bulan pun hengkang,
hilang arah?


Suara lonceng gereja,
cahaya dari menara,
di timur nun jauh,
tak mudah ditempuh.


Tetapkan arah langkahmu,
walau sulit jalanmu,
segra kan tiba Pagi,
kembali kau kan berseri.

Jumat, 14 September 2007

Jumat Pagi 14 September 2007

Derap langkah menuju kerja
sembari memandang pepohonan rindang
kicau burung di pagi ceria
bisikan angin di pagi yang tenang.

Mentari berselimutkan awan putih
tidak panas dan tidak hujan
ringan hati di indahnya hari
senang rasanya menyongsong akhir pekan.

TGIF! :)

Rabu, 12 September 2007

Pagi di Tepi Sungai

Merenung tersenyum di tepi
aliran sungai nan jernih
bebatuan kecil bermandi
ikan mungil menari-nari.

Air sungai mengalir tenang
percik suara mengawang
bisikan angin di dedaunan
tawa anak di kejauhan.

Awan putih menyelimuti mentari
teduh sejenak menikmati pagi
kanvas putih belum terisi
namun bunga sudah mekar di hati.

20070912