Berlalu
waktu berlalu
tergesa berlalu waktu
ataukah meluruh?
Bergulung ombak menyapu
melengking nyanyian camar
orang sekitaran ceria kah sendu
di samudra pikiran masihkah sadar?
Sepoi angin senja
mentari bergeser ke bawah
cakrawala makin memerah
memabukkan seisi dunia.
Bagai tetesan air
ataukah gemuruh laut
saat ini terus bergeser
di dalamnya semua terlarut.
Semesta sedang memasuki malam
terurai unsur dan keberadaannya
lekas kawan, masuk dalam Bahtera
jangan kita dalam maut tenggelam.
Sang Bahtera mengarungi zaman
menuju dunia baru yang gemilang
segra kan kita tiba di kekekalan
di Pagi yang tidak akan memetang.
Kristus lah Sang Nahkoda
kita semua pasti sentosa
dalam GerejaNya satu tujuan
inilah Bahtera Keselamatan.
Jumat, 11 Juli 2008
Kamis, 12 Juni 2008
Tercurah Darah Tersuci
Tercurah Darah tersuci
di atas Golgota;
Darah Domba Allah yang bri
hidup kekal mulia.
Mari kawan curahkanlah
hatimu di SalibNya;
trimalah rahmat anugrahNya
sentosa dikasihiNya.
Umat Allah britakanlah
kuasa Injil Kristus;
maut pun tlah dikalahkan
masuk hidup yang kudus.
Tuhan Yesus sedang datang
dalam kemuliaanNya;
dalam Tritunggal Mahakudus
kita 'kan satu sempurna.
(dinyanyikan menurut irama "There is a fountain filled with Blood")
di atas Golgota;
Darah Domba Allah yang bri
hidup kekal mulia.
Mari kawan curahkanlah
hatimu di SalibNya;
trimalah rahmat anugrahNya
sentosa dikasihiNya.
Umat Allah britakanlah
kuasa Injil Kristus;
maut pun tlah dikalahkan
masuk hidup yang kudus.
Tuhan Yesus sedang datang
dalam kemuliaanNya;
dalam Tritunggal Mahakudus
kita 'kan satu sempurna.
(dinyanyikan menurut irama "There is a fountain filled with Blood")
Selasa, 03 Juni 2008
Di Kala Di Saat
Di kala bimbang,
jiwaku Kau pegang;
di saat mulai tenggelam,
tanganku Kau gengam;
tarikku keluar,
dari kemerosotan;
hampanya hati,
kasihMu meluapi;
ganti kematian,
hidupMu Kauberi;
di setiap saatku,
ada penyertaanMu;
tak sendiriku,
kekal bersekutuMu.
jiwaku Kau pegang;
di saat mulai tenggelam,
tanganku Kau gengam;
tarikku keluar,
dari kemerosotan;
hampanya hati,
kasihMu meluapi;
ganti kematian,
hidupMu Kauberi;
di setiap saatku,
ada penyertaanMu;
tak sendiriku,
kekal bersekutuMu.
Berdiri Aku Di Persimpangan
Berdiri aku di persimpangan;
hingar bingar arus melintas;
ke manakah kan ku langkahkan;
mengarah hidup terus bergegas?
Ribuan bayang menggoda jiwa;
beratnya beban menjerat hati;
batin terkurung gejolak rana;
masa mendatang dapatkah pasti?
Ke atas SalibMu arahkan hatiku;
tenangkan badai derita jiwaku;
tinggalkan maut masukku ke hidupMu;
pegangku selalu dalam tanganMu.
hingar bingar arus melintas;
ke manakah kan ku langkahkan;
mengarah hidup terus bergegas?
Ribuan bayang menggoda jiwa;
beratnya beban menjerat hati;
batin terkurung gejolak rana;
masa mendatang dapatkah pasti?
Ke atas SalibMu arahkan hatiku;
tenangkan badai derita jiwaku;
tinggalkan maut masukku ke hidupMu;
pegangku selalu dalam tanganMu.
Langganan:
Postingan (Atom)
